Keane ~ Pretend That You’re Alone
Seringkali kita menganggap bahwa hidup adalah kompetisi. Tentang mengalahkan atau dikalahkan. Sebuah kata yang mungkin hanya berupa fase dalam hidupmu, menang.
Belakangan saya menyadari bahwa menang hanya berupa momentum. Sebuah seremoni sesaat akan pencapaian-pencapaian atau seringkali dan lagi-lagi hasil tertinggi dari sebuah kompetisi yang lagi-lagi sesaat.
Namun perasaan ini bukan sesuatu yang mutlak bertahan lama dan bahkan selamanya. Yang tertinggal abadi di sini hanyalah kenangan akan rasa senang dan bangga tersebut.
Mungkin saya yang terlambat menyadari dan memikirkan, bahwa hidup bukan ajang kompetisi kita dengan orang lain. Ini subjektif. Saya merasa, bahwa lawan sepadan saya dalam berkompetisi adalah diri saya sendiri.
Well, ini bagian pentingnya: Mungkin bagi yang sudah membaca The Alchemist-nya Paulo Coelho ingat satu bagian tentang dusta terbesar di dalam buku tersrbut. Di situ dikatakan bahwa pada satu titik dalam hidup kita, kita kehilangan kendali atas apa yang terjadi pada kita, dan hidup kita jadi dikendalikan oleh nasib. Demikianlah dusta terbesar itu.
Saat ini boleh dibilang saya sedang berkompetisi dengan dusta terbesar itu. Saya tidak boleh membiarkan diri saya terlena tanpa tujuan di comfort zone yang sedang saya nikmati sekarang. Saya mesti menanyakan kembali ke ‘dalam’, apa yang sebenarnya saya inginkan dan percaya bahwa ia bukan sekedar impian masa labil. Saya bisa mencapainya.
Jika kamu sedikit mengernyitkan dahi dengan opini barusan atau sedikit iritasi mata dengan apa yang saya tuangkan di sini, anggap ini adalah bentuk sekuritas bagi diri saya sendiri, atas relatif lambannya saya bergerak. Atas pengingkaran saya atas perasaan iri yang manusiawi bisa siapa saja alami. Iri dengan mereka yang sudah berada persis pada satu atau beberapa fase di master plan hidup kita.
Ah, Saya alergi dengan komparasi. Berkompetisi saja lah dengan diri sendiri. :’)
“Yes we have dreams and we want them to come true yes we will live for these moments, me and you. There’s more to life than the every day routine, keep this in mind ‘til life becomes your dream….” - Le Desir, B. Fleischmann